Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

KASIH SAYANG IBU dan PERJUANGAN BAPAK..

Setiap hari kami bertujuh, setiap menjelang berangkat sekolah, setelah bergantian mandi (ada yang mandi di kamar mandi, tapi ada juga yang mandi pake ember baskom besar, menyesuaikan umur tertunya.. ;D) pasti ibu sudah menyediakan sarapan (seringnya nasi kecap, telor ceplok ato dadar dantak upa pake krupuk) dan tak etinggala juga minuman susu Ovaltine untuk kami semua. Entah apa yang biasa kami obrolkan disaat seperti iu, semuanya serasa terlupa dari ingatan kami, atau mungkin karena waktu itu aku masih terlalu kecil untuk mengingat detailnya, tapi secara keseluruhan masih sedikit terbayang sih.. Mas Adi, mba Dewi, mas Feri dan aku kebetulan satu sekolah di SD Bantarsoka 1 Purwokerto, jadi kami biasanya berangkat bersamaan.. tapi karena kendaraan yang kami miliki saat itu hanya satu buah sepeda motor Suzuki GP100 yang biasa dipakai bapak untuk berangkat pulang kantor, kami pun biasa berjalan kaki ke sekolah. Meski perjalan kami bisa dibilang lumayan jauh, hampir sepuluh kilometer, tapi...

..jadi GABAN, SARIVAN, MEGALOMAN ato LION MAN..

Kala itu, saat kami masih anak anak, beberapa hiburan yang sering kami nanti nantikan diantaranya Dolanan bocah, bermain sepeda BMX bareng, dengerin cerita dongeng di radio (waktu itu ada Sanggar Cerita untuk cerita anak anak dan Sandiwara Radio Saur Sepuh untuk anak anak, remaja, dewasa..) dan juga nonton film (nonton video VHS (sebenernya masih banyak sih., tapi saya sebutkan yang paling top aja ya..). Dolanan bocah yang masih aku inget seperti Dir diran (gundu/kelereng), lompat tinggi (pake karet gelang yang dirangkai menjadi rantai, biasa dimainkan anak perempuan, Jonjang Umpet (Petak Umpet), Gobak Sodor, Bethik, Wayang, dll. Nah, soal nonton film/video.. memang ada ada cerita unik... Waktu itu keluarga yang memiliki Video VHS memang tidak banyak, bisa dianggap jarang sekali, biasanya memang yang memilikinya cenderung orang yang berada. Keluarga yang memiliki Video biasanya akan menjadi jujugan tetangga terutama anak anak, untuk ikut menonton di rumahnya biasanya setiap pulang s...

..Tuhan masih menyayangiku...

Suatu kali temen temen sekolahku eSDe ngajak mandi di kali (sungai) bareng bareng.., kebetulan memang di deket rumahku memang ada sungai yang lumayan lebar dan agak dalem. Tempat yang kami tuju waktu itu adalah Kedung, istilah bagian sungai yang paling dalem). Setelah berjalan beriringan menyusuri sawah hingga sampai di lokasi, tanpa menunggu lama kami pun melepas baju dan langsung terjun ke sungai. Saat giliranku sebenarnya ada keraguan karena aku sadar kalo belum bisa berenang, apalagi sungainya khan dalem. Tapi setelah menguatkan hati, akhirnya keputusannya tetep terjun.., masak kalah sama temen2 yang lain..;D Ha.ha.ha. ternyata setelah terjun sebenarna langsung terangkat dengan sendirinya ke ke permukaan, tp mungkin karena masih ada perasaan ragu, takut, dan panik, akhirnya apa yang ditakutkan terjadi.. tubuhku seperti tertarik ke dalam sungai.. ya .. tenggelam sedikit demi sedikit .. tapi masih untung aku masih sempat meronta dan temen temenku yang memang jago berenang pun bergeg...

..SAMBIL MENYELAM ., NGGOLEK DUWEK..

Waktu itu aku kelas 3 eSDe, Adi temen sekelasku mengajak ikut latihan Karate. Kebetulan di tempat yang tak jauh dari sekolah kami ada tempat berlatih Karate Lemkari, tepatnya di Kantor Perhutani. Aku lupa jadwal latihannya waktu itu hari apa aja, tapi salah satunya hari Minggu. Sebenernya ada satu tempat lagi sih yang biasa buat kami biasa berlatih selain yang di Perhutani, yaitu di Kantor Polisi Wilayah (Polwil). Adi waktu itu sudah menyandang sabuk hijau, sedangkan aku karena masih baru otomatis masih sabuk putih. Karena masih baru dan memang aku juga menyukai olah raga beladiri,  saat saat latihan pun aku jalanin dengan semangat. Nah.., waktu itu khan di deket tempat latihan di Kantor Perhutani juga ada 2 buah lapangan Tenis yang biasa dipakai oleh setahuku para pegawai Perutani untuk berolah raga Tenis. Biasanya selepas latihan, iseng iseng aku dan beberapa teman ikut melihat Bapak bapak dan ibu ibu itu bermain Tenis. Suatu kali saat kami sedang asik menonton mereka bermain, ...

..MENJADI IDOLA ATAU ORANG BIASA..

Menjadi idola adalah dambaan setiap orang.., benarkah..? Seseorang menjadi idola biasanya karena beberapa sebab, misalkan karena prestasi, kepandaian, wajah dan penampilan, kekayaan, kesaktian, pandangan dan cara berpikir, dan atau berbagai sebab lainnya. Setelah seseorang menjadi terkenal atau menjadi idola, ada beberapa konsekuensi positif atau negatif yang didapat. Konsekuensi positif seperti contoh bertambahnya pendapatan seiring dengan makin terkenalnya sang idola, misal karena makin banyaknya job yang diterima, karena semua orang mengenal kita terkadang ada beberapa urusan kita yng dipermudah karena kita terkenal, bahkan ada yang tadinya mesti bayar menjadi gratis karena ternyata dia fans atau mengidolakan kita. Konsekuensi negatifnya adalah mulai dirasakan keterbatasan ruang privasi baginya, seolah olah seluruh cerita hidup kita adalah milik bersama, setiap orang seperti ingin mengetahui setiap sisi kehidupan sang idola, dari hal sepele, umum, atau bahkan yang sifatnya privat se...

..namanya R.U.M.A.H..

Semua cerita ini bermula dari seuah desa bernama Pasirmuncang.., tak kala semua harus berubah dan hidup juga harus tetap berjalan.., kami pun harus pindah rumah.. Rumah kami memang harus kami jual dikarenakan kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan juga untuk menutup biaya pendidikan kami.. Rumah Kalibener (kami menyebutnya) adalah rumah kami berikutnya. Rumah ini sebenarnya bukan rumah yang asing buat kami karena sebelumnya adalah rumah Pa Dhe No yg kami beli dari sebagian uang hasil penjualan rumah di Pasirmuncang. Beberapa kenangan yang aku dapat di rumah ini diantaranya : 1. Warna pink muda dan pink tua adalah paduan warna cat yg kami pilih untuk pagar rumah kami saat itu. 2. Bapak masih memakai Suzuki GP100 jadul, yang aku bilang sangat berjasa karena sepeda motor inilah yang aku pakai saat belajar bersepeda motor untuk pertama kali (untuk sepeda motor cowo..) Selain sepeda motor temenku yang aku pinjam untuk berlatih (tx to Danny Nurjati dengan Astrea 800-nya ...

..kebenaran vs kejahatan..

Kebiasaanku memang mungkin terdengar 'menjengkelkan'.., ya suka meminjam baju punya kaka (biasanya jacket ato kemeja..) Meski aku sendiri sebenarnya sudah punya baju sendiri, tp entah mengapa aku masih menganggap bahwa baju kakaku lebih 'indah' dimataku.., alhasil kadang dengan atau tanpa sepengetahuan kakakku sering kupinjam bajunya agar aku bisa terlihat lebih 'oke'.. Pernah suatu kali aku ketahuan kakak kalo aku pinjem baju dia, meski mungkin sudah ketahuan sebelum ini, waktu itu aku pinjam jacket almamater bergambar Kepala Rajawali yang aku anggap keren, sewaktu pulang aku ditegur .. tapi mungkin krn waktu itu aku msh kecil, dan kebetulan juga baru barunya belajar karate.., aku coba melawan.. ternyata mungkin karena gemes dan geregetan kakak pun sdh habis kesabaran .. dan setelah sempat beradu mulut akhirnya 'plak' satu pukulan pun mendarat di kepalaku... he.he.he. aku mengaku kalah.. dan akhirnya mesti minta maaf dan janji untuk tidak mengulangi l...

..jeruk..kelapa...rambutan.. dan jambu..

Satu keluarga agak besar.. beranggota 10 orang.., Bapak, Ibu, Mas Adi, Mba Dewi, Mas Feri, Brian, Dina (alm), Daniel, Noel, dan Ael.. Kata orang kami termasuk keluarga priyayi.., karena memang saat itu masih jarang orang yang bekerja di bank negeri seperti bapak.. (sedikit geer jg.. ;D) Jalan deket masjid yang menurun tajam adalah jalan masuk menuju ke rumah kami. Berlokasi di dekat blumbang (kolam ikan).., dekat kali (sungai), tak jauh dari sawah yanng terbentang luas di seberang kali.. lingkungan pedesaan kental yg setiap hari dijumpai... Rumah sedang dengan dikelilingi beberapa pohon buah, satu pohon kelapa di sisi depan kiri, satu pohon jeruk di tengah halaman, satu pohon rambutan di sisi depan tengah, dan satu pohon jambu air di sebelah kiri rumah.. Teras depan rumah yang tak begitu besar, ruang tamu mungil dengan dua kamar tidur, dan dapur yg tembus ke pekarangan belakang berhias sumur air timba berdiameter dua meter lebih berkedalaman katanya tujuh meter, dan satu kamar mand...