Satu keluarga agak besar.. beranggota 10 orang.., Bapak, Ibu, Mas Adi, Mba Dewi, Mas Feri, Brian, Dina (alm), Daniel, Noel, dan Ael..
Kata orang kami termasuk keluarga priyayi.., karena memang saat itu masih jarang orang yang bekerja di bank negeri seperti bapak.. (sedikit geer jg.. ;D)
Jalan deket masjid yang menurun tajam adalah jalan masuk menuju ke rumah kami. Berlokasi di dekat blumbang (kolam ikan).., dekat kali (sungai), tak jauh dari sawah yanng terbentang luas di seberang kali.. lingkungan pedesaan kental yg setiap hari dijumpai...
Rumah sedang dengan dikelilingi beberapa pohon buah, satu pohon kelapa di sisi depan kiri, satu pohon jeruk di tengah halaman, satu pohon rambutan di sisi depan tengah, dan satu pohon jambu air di sebelah kiri rumah..
Teras depan rumah yang tak begitu besar, ruang tamu mungil dengan dua kamar tidur, dan dapur yg tembus ke pekarangan belakang berhias sumur air timba berdiameter dua meter lebih berkedalaman katanya tujuh meter, dan satu kamar mandi mungil yang melengkapinya.
Tempat pembuangan sampah di dekat papringan (pepohonan bambu) bersebelahan dengan jalan setapak menuju belik (mata air sungai) tempat biasa kami mandi saat air sumur tak lagi bisa diharapkan karena kering disaat kemarau.. ;D
(pas seh cilik)
Kata orang kami termasuk keluarga priyayi.., karena memang saat itu masih jarang orang yang bekerja di bank negeri seperti bapak.. (sedikit geer jg.. ;D)
Jalan deket masjid yang menurun tajam adalah jalan masuk menuju ke rumah kami. Berlokasi di dekat blumbang (kolam ikan).., dekat kali (sungai), tak jauh dari sawah yanng terbentang luas di seberang kali.. lingkungan pedesaan kental yg setiap hari dijumpai...
Rumah sedang dengan dikelilingi beberapa pohon buah, satu pohon kelapa di sisi depan kiri, satu pohon jeruk di tengah halaman, satu pohon rambutan di sisi depan tengah, dan satu pohon jambu air di sebelah kiri rumah..
Teras depan rumah yang tak begitu besar, ruang tamu mungil dengan dua kamar tidur, dan dapur yg tembus ke pekarangan belakang berhias sumur air timba berdiameter dua meter lebih berkedalaman katanya tujuh meter, dan satu kamar mandi mungil yang melengkapinya.
Tempat pembuangan sampah di dekat papringan (pepohonan bambu) bersebelahan dengan jalan setapak menuju belik (mata air sungai) tempat biasa kami mandi saat air sumur tak lagi bisa diharapkan karena kering disaat kemarau.. ;D
(pas seh cilik)
Comments