Semua cerita ini bermula dari seuah desa bernama Pasirmuncang.., tak kala semua harus berubah dan hidup juga harus tetap berjalan.., kami pun harus pindah rumah.. Rumah kami memang harus kami jual dikarenakan kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan juga untuk menutup biaya pendidikan kami..
Rumah Kalibener (kami menyebutnya) adalah rumah kami berikutnya. Rumah ini sebenarnya bukan rumah yang asing buat kami karena sebelumnya adalah rumah Pa Dhe No yg kami beli dari sebagian uang hasil penjualan rumah di Pasirmuncang. Beberapa kenangan yang aku dapat di rumah ini diantaranya :
1. Warna pink muda dan pink tua adalah paduan warna cat yg kami pilih untuk pagar rumah kami saat itu.
2. Bapak masih memakai Suzuki GP100 jadul, yang aku bilang sangat berjasa karena sepeda motor inilah yang aku pakai saat belajar bersepeda motor untuk pertama kali (untuk sepeda motor cowo..) Selain sepeda motor temenku yang aku pinjam untuk berlatih (tx to Danny Nurjati dengan Astrea 800-nya dan Renny dengan Yamaha Alfa-nya yang boleh aku pinjem untuk ujian sim C)
3. Rumah ini berdekatan dengan rumah nenek (dr ibu..), kami memanggilnya Eyang Dirwan, dan juga beberapa saudara dari ibu yang juga tinggal disana yaitu : Dhede Momo, Buddhe Susi, Wido, Uut, Pepen, dan Santri (Siji Wadon = Jidon) juga Dhede Ning, Mamat dan Ita (anak dari Budhe Ning), Dhede Yoyo, Budhe Tutur, Agus, Bagas, Fitri, dan Uri.
4. Lokasinya deket SD Inpres tak jauh di belakang rumah.
5. Tak jauh dari sekolah TK Ibu Is (tempat sekolahku, dan juga kakak-kakakku waktu kecil).
6. Saat aku mulai masuk SMP (SMP Negeri 1 Purwokerto), aku sudah tinggal di rumah Kalibener.
Apa lagi ya.. oia., di rumah ini juga utk pertama kalinya aku didatengin ama ade kelasku yang memang seorang diantaranya lagi aku suka 'n lagie aku deketin.. (Woro, Mita ama Yana).. ;P, mereka bertiga dateng bersepeda di pagie hari.., bener-bener moment yang ngga bisa dilupaken.. ;D
Karena suatu alasan juga ternyata kami harus pindah rumah. Rumah tinggal kami berikutnya sebenernya juga ngga jauh dari rumah sebelumnya dan alhamdulillah masih di Purwokerto juga, eh.. ada juga yang di luar kota juga sih.., berikut liputannya.. :
1. Masih di Kalibener, tapi sekarang masuk gang.. gang apa ya .. lupa nih namanya.. (status kontrak)
2. Rumah Kebondalem, tiga rumah besar di satu komplek, yang kami pakai yang sebelah kiri, yang tengah kosong, dan yang sebelah kana sudah terisi, dirumah ini pertama kalinya kami beli sepeda motor (Astrea Prima th 1989) yang akhirnya dipakai Mas Adi (kaka tertua). Di rumah ini pula Bapak waktu itu harus dirawat di rumah sakit karena sakit Stroke untuk beberapa minggu, saat itu kayaknya aku kelas 2 SMA (SMAN 1 Purwokerto). (status kontrak)
3. Jalan Pancurawis, pemiliknya punya warung Bakso, rumahnya gedhe banget, sampe dua lantai, kamarnya juga banyak banget sampai banyak yang kosong ngga kepakai. Di rumah ini kayanya mas Adi udah kuliah di Solo, mba Dewi lagi kerja menjadi TKW di Malaysia, mas Feri masih sama sekolah di SMA, Daniel dan Noel di SMP 9, kalo Ael di SD Kranji..., di ternyata udah banyak yang lupa... ;'( (status kontrak)
4. Rumah Proliman (simpanglima) Kalibener.., hmn.. sedikit kenangan disini, karena waktu itu aku udah lagi di Djogja. ..(status kontak)
5. Rumah Klaten.., baru kali ini kami pindah keluar dari Purwokerto. Rumah Klaten adalah rumah warisan dari Eyang dari Bapak, yang asik di rumah ini adalah pekarangannya yang luas banget dan banyak pohon buahnya disitu.., hmn.. yummie..(kali ini rumah sendiri)
6. Rumah Klaten Prambanan, karena satu hal kami harus pindah lagi, skarang jodoh kami di rumah ngga jauh sari Candi Prambanan.., hmn sesuatu.. (kembali lagi kontrak).
7. Alhamdulillah setelah beberapa waktu harus tinggal dari keluar Purwokerto, akhirnya kami kembali ke tanah air tercinta, ya .. balik ke Purwokerto. Rumah di Tanjung Pemai kami pindah, meski belum yang terakhir.. (alhamdulillah rumah sendiri)
8. Pindah lagi.. yang kami harus pindah lagi dan rumah yang beruntung kami tempati adalah di Kalibener, sedikit masuk gang, dan kami masih berharap smoga suatu waktu bisa pindah lagi di rumah yang lebih baik dan lebih nyaman untuk ibu kami tinggali.., karena memang saat ini yang tinggal disana hanya ibu dan adekku Daniel.. (ini udah milik sendiri).. alhamdulillah.. ;D
(teko cilik nganti gedhe..)
Rumah Kalibener (kami menyebutnya) adalah rumah kami berikutnya. Rumah ini sebenarnya bukan rumah yang asing buat kami karena sebelumnya adalah rumah Pa Dhe No yg kami beli dari sebagian uang hasil penjualan rumah di Pasirmuncang. Beberapa kenangan yang aku dapat di rumah ini diantaranya :
1. Warna pink muda dan pink tua adalah paduan warna cat yg kami pilih untuk pagar rumah kami saat itu.
2. Bapak masih memakai Suzuki GP100 jadul, yang aku bilang sangat berjasa karena sepeda motor inilah yang aku pakai saat belajar bersepeda motor untuk pertama kali (untuk sepeda motor cowo..) Selain sepeda motor temenku yang aku pinjam untuk berlatih (tx to Danny Nurjati dengan Astrea 800-nya dan Renny dengan Yamaha Alfa-nya yang boleh aku pinjem untuk ujian sim C)
3. Rumah ini berdekatan dengan rumah nenek (dr ibu..), kami memanggilnya Eyang Dirwan, dan juga beberapa saudara dari ibu yang juga tinggal disana yaitu : Dhede Momo, Buddhe Susi, Wido, Uut, Pepen, dan Santri (Siji Wadon = Jidon) juga Dhede Ning, Mamat dan Ita (anak dari Budhe Ning), Dhede Yoyo, Budhe Tutur, Agus, Bagas, Fitri, dan Uri.
4. Lokasinya deket SD Inpres tak jauh di belakang rumah.
5. Tak jauh dari sekolah TK Ibu Is (tempat sekolahku, dan juga kakak-kakakku waktu kecil).
6. Saat aku mulai masuk SMP (SMP Negeri 1 Purwokerto), aku sudah tinggal di rumah Kalibener.
Apa lagi ya.. oia., di rumah ini juga utk pertama kalinya aku didatengin ama ade kelasku yang memang seorang diantaranya lagi aku suka 'n lagie aku deketin.. (Woro, Mita ama Yana).. ;P, mereka bertiga dateng bersepeda di pagie hari.., bener-bener moment yang ngga bisa dilupaken.. ;D
Karena suatu alasan juga ternyata kami harus pindah rumah. Rumah tinggal kami berikutnya sebenernya juga ngga jauh dari rumah sebelumnya dan alhamdulillah masih di Purwokerto juga, eh.. ada juga yang di luar kota juga sih.., berikut liputannya.. :
1. Masih di Kalibener, tapi sekarang masuk gang.. gang apa ya .. lupa nih namanya.. (status kontrak)
2. Rumah Kebondalem, tiga rumah besar di satu komplek, yang kami pakai yang sebelah kiri, yang tengah kosong, dan yang sebelah kana sudah terisi, dirumah ini pertama kalinya kami beli sepeda motor (Astrea Prima th 1989) yang akhirnya dipakai Mas Adi (kaka tertua). Di rumah ini pula Bapak waktu itu harus dirawat di rumah sakit karena sakit Stroke untuk beberapa minggu, saat itu kayaknya aku kelas 2 SMA (SMAN 1 Purwokerto). (status kontrak)
3. Jalan Pancurawis, pemiliknya punya warung Bakso, rumahnya gedhe banget, sampe dua lantai, kamarnya juga banyak banget sampai banyak yang kosong ngga kepakai. Di rumah ini kayanya mas Adi udah kuliah di Solo, mba Dewi lagi kerja menjadi TKW di Malaysia, mas Feri masih sama sekolah di SMA, Daniel dan Noel di SMP 9, kalo Ael di SD Kranji..., di ternyata udah banyak yang lupa... ;'( (status kontrak)
4. Rumah Proliman (simpanglima) Kalibener.., hmn.. sedikit kenangan disini, karena waktu itu aku udah lagi di Djogja. ..(status kontak)
5. Rumah Klaten.., baru kali ini kami pindah keluar dari Purwokerto. Rumah Klaten adalah rumah warisan dari Eyang dari Bapak, yang asik di rumah ini adalah pekarangannya yang luas banget dan banyak pohon buahnya disitu.., hmn.. yummie..(kali ini rumah sendiri)
6. Rumah Klaten Prambanan, karena satu hal kami harus pindah lagi, skarang jodoh kami di rumah ngga jauh sari Candi Prambanan.., hmn sesuatu.. (kembali lagi kontrak).
7. Alhamdulillah setelah beberapa waktu harus tinggal dari keluar Purwokerto, akhirnya kami kembali ke tanah air tercinta, ya .. balik ke Purwokerto. Rumah di Tanjung Pemai kami pindah, meski belum yang terakhir.. (alhamdulillah rumah sendiri)
8. Pindah lagi.. yang kami harus pindah lagi dan rumah yang beruntung kami tempati adalah di Kalibener, sedikit masuk gang, dan kami masih berharap smoga suatu waktu bisa pindah lagi di rumah yang lebih baik dan lebih nyaman untuk ibu kami tinggali.., karena memang saat ini yang tinggal disana hanya ibu dan adekku Daniel.. (ini udah milik sendiri).. alhamdulillah.. ;D
(teko cilik nganti gedhe..)
Comments