Semua cerita ini bermula dari seuah desa bernama Pasirmuncang.., tak kala semua harus berubah dan hidup juga harus tetap berjalan.., kami pun harus pindah rumah.. Rumah kami memang harus kami jual dikarenakan kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan juga untuk menutup biaya pendidikan kami.. Rumah Kalibener (kami menyebutnya) adalah rumah kami berikutnya. Rumah ini sebenarnya bukan rumah yang asing buat kami karena sebelumnya adalah rumah Pa Dhe No yg kami beli dari sebagian uang hasil penjualan rumah di Pasirmuncang. Beberapa kenangan yang aku dapat di rumah ini diantaranya : 1. Warna pink muda dan pink tua adalah paduan warna cat yg kami pilih untuk pagar rumah kami saat itu. 2. Bapak masih memakai Suzuki GP100 jadul, yang aku bilang sangat berjasa karena sepeda motor inilah yang aku pakai saat belajar bersepeda motor untuk pertama kali (untuk sepeda motor cowo..) Selain sepeda motor temenku yang aku pinjam untuk berlatih (tx to Danny Nurjati dengan Astrea 800-nya ...
..adalah tempat kumpulan potongan-potongan kehidupan Asmarajingga...